Senin, 16 April 2012

TPK PNPM Kecamatan Pemenang Optimalkan Pembangunan Fisik


PNPM KLU- Persoalan umum yang dihadapi pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai dari tingkat kecamatan , desa hingga tingkat dusun adalah masih buruknya infrastruktur jalan, sehingga perputaran ekonomi masyarakat belum dapat di jalankan dengan baik.

Kondisi ini terlihat dari banyaknya usulan prioritas dari masyarakat mulai dari tingkat dusun, desa hingga tingkat kecamatan untuk dilakukan perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan. Prioritas di bidang fisik ini juga terlihat dari banyaknya program yang di gulirkan melalui program PNPM yang sudah merambah mulai dari masyarakat tingkat bawah.

Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara (KLU) misalnya, dari sekian banyak program yang ada, pembangunan infrastruktur jalan adalah skala prioritas yang di usulkan oleh masyarakat disamping pembangunan sarana kesehatan seperti Posyandu, sarana pendidikan dan program Simpan Pinjam Perempuan (SPP).

Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Kecamatan Pemenang, Haji Hamzanwadi menyatakan, ke empat desa yang ada di Kecamatan Pemenang yakni desa Gili Indah, Pemenang Barat, Pemenang Timur dan Malaka sebagian besar program yang diusulkan dan di realisasikan adalah pembangunan sarana fisik jalan.

Desa Gili Indah misalnya, pembangunan rabat jalan mencapai 1.777 meter dengan total anggaran dari PNPM sebesar Rp 569 juta lebih ditambah dana swadaya masyarakat sebesar Rp 22 juta lebih. Untuk desa Malaka, program pengerasan jalan mencapai 600 meter dengan anggaran sebesar Rp 297 juta lebih termasuk pembangunan empat unit Posyadu yang menelan anggaran hingga Rp 270 juta lebih.

Sedangakan Pembangunan fisik untuk Desa Pemenang Barat (Pabar) meliputi, rabat jalan sepanjang 263 meter dengan total anggaran mencapai Rp 231 juta, pembangunan lima unit posyandu dengan jumlah anggaran sebesar Rp 338 juta ditambah swadaya masyarakat sebesar Rp 12 juta.

Sementara pembangunan fisik yang di realisasikan untuk Desa Pemenang Timur (Patim) adalah pembuatan bronjong sungai sepanjang 180 meter senilai Rp 221 juta lebih, pembangunan satu unit gedung sekolah Taman Kanak- Kanak (TK) dengan anggaran sebesar Rp 347 juta ditambah swadaya masyarakat sebesar Rp 5 juta lebih. (dam) www.suarakomunitas.net

Tidak ada komentar:

Posting Komentar