Selasa, 17 April 2012

Ambulan Desa Sarana Terbaik Untuk Pelayanan Kesehatan


PNPM KLU -  PNPM-GSC (Generasi Sehat dan Cerdas) pada tahun anggaran 2011 ini menganggarkan untuk pengadaan ambulan desa yang ada di masing-masing Desa di Kecamatan Bayan. Penganggaran ambulan Desa ini merupakan bentuk kepedulian PNPM-GSC terhadap masyarakat kecamatan bayan dalam meningkatkan kesehatan terutama untuk ibu hamil yang berada jauh dari pusat pelayanan kesehatan sehingga dengan mudah dapat di jemput langsung dengan ambulan yang ada di tiap-tiap desa.

Nurul Hidayati (FKG) Kecamatan Bayan PNPM GSC mengatakan “Ambulan dusun yang kami anggarkan ini supaya dapat di pergunakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat miskin, sehingga ibu yang akan melahirkan harus melakukan persalinan di pelayan kesehatan” harapnya. lebih lanjut lagi Nurul Hidayati mengatakan ” ini adalah salah satu cara untuk mengurangi resiko ibu hamil melahirkan yang di tangani oleh dukun” tegasnya.

sementara itu kehadiran ambulan desa yang ada di Desa karang Bajo ini membuat kepala Desa dan seluruh jajaran pemerintah Desa karang Bajo merasa lega pasalnya kemudahan dari akses kesehatan masyarakat yang beada jauh dari pusat pelayanan kesehatan dapat di jangkau dengan adanya sarana Ambulan desa yang di anggarkan dari PNPM-GSC ini. Dalam lawatan kami ke kantor Desa Karang Bajo Kertamalip kepala Desa karang Bajo mengungkapkan ” Ambulan Desa yang telah kami di berikan ini akan kami gunakan semaksimal mungkin sesuai dengan tujuannya dan kami akan merawatnya karena ini adalah salah satu aset desa yang kami miliki” tegasnya.

“Keberadaan ambulan desa yang cukup membawa pengaruh besar terhadap berjalannya program kesehatan yang ada di kecamatan bayan ini harus mendapatkan perhatian dan perawatan yang baik dari desa setempat dan dalam hal ini perlu di buatkan perdes yang mengatur tentang anggaran perawatannya” harap Syamsul aziz, selaku ketua TPK Desa karang Bajo.


SELENGKAPNYA... - Ambulan Desa Sarana Terbaik Untuk Pelayanan Kesehatan

Senin, 16 April 2012

PNPM GSC Dongkrak Kesehatan dan Pendidikan Masyarakat


PNPM KLU - Tidak hanya pembangunan infrastruktur fisik saja yang di angkat oleh Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), tetapi kwalitas hidup dan derajat kesehatan bagi masyarakat pun dibina dan di galakan oleh semua tim PNPM yang sudah masuk di tiap desa dan dusun.

Melalui PNPM Generasi Sehat dan Cerdas (PNPM GSC), penyuluhan kesehatan untuk masyarakat terutama kaum ibu-ibu hamil, Balita, Bayi kurang Gazi pun tak luput dari program penyuluhan kesehatan tersebut.
Dengan bantuan dari tenaga kesehatan dari dinas kesehatan atau puskesmas setempat, tenaga atau pendamping dari PNPM GSC tarus melakukan upaya penyadaran bagi masyarakat di tingkat dusun tentang pentingnya kesehatan dan menjaga agar lingkungan serta pola hidup sehat dan bersih.

Desa Sokong Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara misalnya, adalah satu dari 33 desa di Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang saat ini sedang gencar-gencarnya menjalankan program PNPM GSC. Sebanyak 17 dusun yang ada tak satu pun yang terlewatkan dari program ini. 

“Sejak bulan Fembruari 2012 lalu kita sudah menjalankan program PNPM GSC di Desa Sokong, “ungkap Ketua Tim Pengelola Kegiatan Desa (TPKD) PNPM, Desa Sokong, Lalu Mamad saat ditemui Suarakomunitas baru-baru ini.

Untuk mengoptimalkan program serta memancing minat dan semangat masyarakat dalam program ini, dari PNPM GSC pun menggelontorkan dana sebesar Rp 500 ribu per dusun. Dana itu dialokasikan untuk biaya oprasioanal seperti uang saku peserta dan untuk keperluan lainnya. “Alhamdulillah partisipasi dan kesadaran masyarakat tentang program ini sangat baik, “ungkap Mamad bersyukur.

Selain program penyuluhan kesehatan, pentingnya pendidikan wajib belajar sembilan tahun pun di sosialisasikan ketingkat masyarakat hingga pengentasan buta aksara di tengah masyarakat. “Kita ingin masyarakat desa Sokong khususnya, derajat kesehatan dan pendidikan dapat terangkat dengan baik melalui program PNPM GSC, karena salah satu faktor atau tolak ukur kesejahteraan masyarakat adalah tingkat kesehatan dan pendidikan yang layak dan baik, “paparnya. (adam)
SELENGKAPNYA... - PNPM GSC Dongkrak Kesehatan dan Pendidikan Masyarakat

Masyarakat Berharap Ada Program Peningkatan Kapasitas Dari PNPM dan Pemerintah


PNPM KLU- Tidak hanya pembangunan fisik saja yang sangat di harapkan masyarakat melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat, tetapi peningkatan kapasitas bagi masyarakat juga dipandang perlu untuk di perhatikan, mengingat potensi yang dimiliki setiap desa belum di imbangi dengan kemampuan, Sumber Daya Manusia (SDM) serta permodalan yang memadai.

Begitu banyak potensi masyarakat dan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki semua desa di Kabupaten Lombok Utara. “Potensi ini belum sepenuhnya dapat di manfaatkan untuk kesejahteraan hidup masyarakat karena keterbatasan SDM untuk memanfaatkan dan mengolahnya, “tutur Kepala Desa (Kades) Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara, Ikliludin, S.Ag ditemui Suarakomunitas belum lama ini.

Dengan adanya pelatihan atau bimbingan dari pemerintah serta program langsung dari PNPM, potensi yang dimiliki semua masyarakat desa nantinya dapat terangkat sehingga akan meningkatkan kesejahetraan bagi masyarakat itu sendiri.

Hal serupa juga dikatakan Bimbo, salah satu warga Desa Pemenang Timur Kecamatan Pemenang, kabupaten Lombok Utara memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, namun masyarakat belum mampu menikmatinya dan memanfaatkannya dengan maksimal karena terkendala dengan SDM dan belum maksimalnya pendampingan dan pelatihan dari pemerintah terkait.

Sebut saja kacang mente, kwalitasnya mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional, namun karena belum dikemas dan belum adanya kemampuan masyarakat untuk mengolahnya agar siap konsumsi dan siap jual, maka potensi itu hanya menjadi sebutan saja, “ sebut Bimbo.
Contoh sederhana lagi, tutur Bimbo lebih lanjut, hampir setiap harinya puluhan truk ubi kayu Lombok Utara di olah dan di bawa keluar, setelah itu di jual dan di konsumsi lagi oleh masyarakat Lombok Utara. “ Seandainya ada perhatian dan pembinaan khusus dengan pola sinergitas antara pemerintah dengan masyarakat, tentu semua SDA yang dimiliki KLU dapat dimanfaatkan oleh dan untuk kesejahteraan masyarakat Lombok Utara, “tambahnya berharap.

Data dari program Simpan Pinjam Perempuan (SPP) PNPM yang di kelola Tim Pengelola Kegiatan (TPK) PNPM Kecamatan Pemenang sebagai salah satu bentuk program penigkatan kapasitas, hanya mencapai 126 kelompok yang di akomodir sejak tahun 2007 hingga akhir 2011 dengan realisasi anggaran sebesar Rp 1 milyar lebih, sedangkan pada tahun 2012 akan di gulirkan anggaran sebesar Rp 720 juta untuk program serupa (SPP-red). (dam)
SELENGKAPNYA... - Masyarakat Berharap Ada Program Peningkatan Kapasitas Dari PNPM dan Pemerintah

TPK PNPM Kecamatan Pemenang Optimalkan Pembangunan Fisik


PNPM KLU- Persoalan umum yang dihadapi pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai dari tingkat kecamatan , desa hingga tingkat dusun adalah masih buruknya infrastruktur jalan, sehingga perputaran ekonomi masyarakat belum dapat di jalankan dengan baik.

Kondisi ini terlihat dari banyaknya usulan prioritas dari masyarakat mulai dari tingkat dusun, desa hingga tingkat kecamatan untuk dilakukan perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan. Prioritas di bidang fisik ini juga terlihat dari banyaknya program yang di gulirkan melalui program PNPM yang sudah merambah mulai dari masyarakat tingkat bawah.

Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara (KLU) misalnya, dari sekian banyak program yang ada, pembangunan infrastruktur jalan adalah skala prioritas yang di usulkan oleh masyarakat disamping pembangunan sarana kesehatan seperti Posyandu, sarana pendidikan dan program Simpan Pinjam Perempuan (SPP).

Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Kecamatan Pemenang, Haji Hamzanwadi menyatakan, ke empat desa yang ada di Kecamatan Pemenang yakni desa Gili Indah, Pemenang Barat, Pemenang Timur dan Malaka sebagian besar program yang diusulkan dan di realisasikan adalah pembangunan sarana fisik jalan.

Desa Gili Indah misalnya, pembangunan rabat jalan mencapai 1.777 meter dengan total anggaran dari PNPM sebesar Rp 569 juta lebih ditambah dana swadaya masyarakat sebesar Rp 22 juta lebih. Untuk desa Malaka, program pengerasan jalan mencapai 600 meter dengan anggaran sebesar Rp 297 juta lebih termasuk pembangunan empat unit Posyadu yang menelan anggaran hingga Rp 270 juta lebih.

Sedangakan Pembangunan fisik untuk Desa Pemenang Barat (Pabar) meliputi, rabat jalan sepanjang 263 meter dengan total anggaran mencapai Rp 231 juta, pembangunan lima unit posyandu dengan jumlah anggaran sebesar Rp 338 juta ditambah swadaya masyarakat sebesar Rp 12 juta.

Sementara pembangunan fisik yang di realisasikan untuk Desa Pemenang Timur (Patim) adalah pembuatan bronjong sungai sepanjang 180 meter senilai Rp 221 juta lebih, pembangunan satu unit gedung sekolah Taman Kanak- Kanak (TK) dengan anggaran sebesar Rp 347 juta ditambah swadaya masyarakat sebesar Rp 5 juta lebih. (dam) www.suarakomunitas.net
SELENGKAPNYA... - TPK PNPM Kecamatan Pemenang Optimalkan Pembangunan Fisik

Rabu, 11 April 2012

PNPM GSC Kecamatan Bayan Atasi Anak BGM


PNPM GSC KLU - Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Generasi Sehat dan Cerdas (PNPM-GSC) Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara sejak beberapa hari lalu mulai menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi 24 anak Bawah Garis Merah (BGM)

Demikian dikatakan Fasillitator PNPM GSC Kecamatan Bayan, Nurul Hidayati, Sp ketika ditemui diruang kerjanya 12 April 2012. Menurut Nurul Hidayati, jumlah anak yang mengalami BGM khususnya di desa Anyar sebanyak 24 orang.

Dan anak BGM yang paling banyak berada di Dusun Telaga Banyak Desa Anyar berjumlah 10 orang. Namun setelah digerakkan para kader dan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) jumlah tersebut mampu diturunkan menjadi tinggal 4 orang anak.

Untuk mengatasi BGM ini, lanjut Nurul Hidayati, pada anggaran PNPM GSC tahun 2011 lalu, peranak BGM memperoleh dana untuk pemberian makanan tambahan sebesar Rp. 189 ribu dan ditangani selama tiga bulan untuk satu sasaran. 

Dari bantuan tersebut diharapkan tidak ada lagi anak-anak yang mengalami  BGM atau gizi buruk.

SELENGKAPNYA... - PNPM GSC Kecamatan Bayan Atasi Anak BGM

Selasa, 10 April 2012

PNPM-MPd Persiapkan Kegiatan Pelaksanaan Tahun 2012


PNPM KLU - Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MPd) lakukan persiapan pelaksanaan program tahun 2012.

Demikian dikatakan Fasilitator PNPM-MPd Kabupaten Lombok Utara, Baiq Nurhayati, Sp yang dikirim via sms pada acara dialog pagi yang digelar Primadona FM 10/4. 

Menurut Nurhayati, untuk meningkatkan kinerja para pelaku PNPM ditingkat desa, Faskab akan turun keliling melakukan pertemuan dengan semua pihak ke 33 desa yang ada di KLU.

“Untuk meningkatkan partisipasi dan kinerja para pelaku PNPM, kami akan keliling ke 33 desa untuk melakukan pertemuan dengan kepala desa, BPD, LPM dan lembaga lainnya dengan tema membangun kerjasama antar tim”, katanya.

 Ini juga bertujuan untuk meminimalisir penyalahgunaan dana mencapai kualitas dan kuantitas yang lebih baik.

SELENGKAPNYA... - PNPM-MPd Persiapkan Kegiatan Pelaksanaan Tahun 2012

Sabtu, 31 Maret 2012

Integasi PNPM Dengan Program Pemerintah Membawa Barakah


Kayangan, PNPMKLU - Integrasi pembangunan yang didanai Program Nasional Pemebrdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MPd) dengan program pembangunan yang diprogramkan pemerintah melalui dana APBD, ternyata membawa barakah.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Dusun Tangga Desa Selengen Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara, Luji Hartono, ketika ditemui beberapa waktu lalu dikediamannya. Menurut Luji, dengan terintegrasinya antar program pembangunan yang dicanangkan pemerintah dengan PNPM, dapat membawa dampak positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat.

Hal ini terbukti dengan pembangunan pengerasan jalan dari Dusun Sambikk Jengkel ke dusun Tangga yang didanai PNPM, yang kemudian dilanjutkan dengan pengasapalan oleh pemerintah. “Integrasi program seperti ini perlu terus ditingkatkan”, katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) PNPM Desa Selengen, Saidi. Menurutnya, terintegrasinya pembangunan yang direncanakan pemerintah dengan PNPM cukup dirasakan mamfaatnya oleh masyarakat.

Saidi memberi contoh, seperti pembangunan infrastruktur jalan, dimana PNPM hanya mamapu mendanai pengerasan jalan, dan ini bila terintegasi, tentu pemerintah KLU tinggal melanjutkan pengaspalannya, dan ini jauh terasa mamfaatnya ketimbang dengan program pembangunan yang tanpa terintegrasi.

“Apa yang dialami oleh warga dusun Sambik Jengkel dan dusun Tangga khususnya mengenai pembangunan infrastruktur jalan, merupakan bukti nyata, dimana pengerasan jalannya dulakukan oleh  PNPM, dan dilanjutkan dengan pengaspalan yang diprogramkan pemerintah KLU dari APBD”, kata Saidi.

Menyoroti keluhan warga Dusun Tangga khususnya menyangkut krisis air bersih, pada tahun 2012 ini, TPK PNPM Selengen sudah memprogramkan pembangunan perpipaan air bersih sepanjang 3 km yang diambilkan dari sumber mata air Tiu Purit. Sementara perpipaan yang dibutuhkan sepanjang 8 km.

“Jika pembangunan PNPM ini terintegrasi dengan program pemerintah, tentu hanya tinggal ditambah 5 km lagi, warga dusun Tangga dapat menikmati air bersih secara merata”, jelas Saidi.

Akibat tidak adanya air di Dusun Tangga ini, banyak anak-anak  tidak dapat mandi sebelum berangkat ke sekolah. “Memang di SDN 4 Selengen yang terletak di Dusun Tangga itu sudah dibangunkan tempat mandi, namun airnya kosong”, kata Saidi sambil menunjukkan bangunan kamar mandi di SDN tersebut.

SELENGKAPNYA... - Integasi PNPM Dengan Program Pemerintah Membawa Barakah