![]() |
| Ir. Rusli (Fasilitator PNPM Kayangan) |
Demikian dikatakan camat Kayangan, Tresnahadi, ketika membuka Musyawarah Antar Desa (MAD) dan tutup buku tahun 2011. Acara yang berlangsung di aula kantor camat Kayangan pada akhir Januari lalu, dhadiri para kepala desa, pengurus Tim Pengelola Kegiatan (TPK), para fasilitator serta puluhan undangan lainnya.
Tresnahadi mengaku, sejak keberadaan PNPM di Kabupaten Lombok Utara, sudah banyak yang dapat diperbuat, baik dilihat dari sisi pembangunan fisik ataupun dari sisi perkembangan ekonomi masyarakat melalui program Simpan Pinjam untuk Perempuan (SPP).
“Pembangunan yang didanai PNPM-MPd cukup dirasakan mamfaatnya oleh masyarakat bila dikelola dengan baik, karena PNPM merupakan program pemerintah pusat yang tujuannya untuk mengentaskan kemiskinan dan mengurangi angkka pengangguran. Jadi perlu dikeola secara profeskional”, katanya.
Dikatakan, dalam mengelola PNPM, jangan sampai ada yang melanggar aturan, karena bila halk itu dilakukan oleh para pelaku, akan berakkibat menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat.
Seperti diketahui, sambung Tresnahadi, Unit Pengelola Kegiatan (UPK) ditingkat kecamatan merupakan lembaga yang sangat strategis, karena banyak dana yang dikelola, dan dalam hal ini para pengurus memiliki tanggungjawab yang sangat besar dalam pengelolaan keuangan PNPM. “Dalam bekerja harus mengutamakan akuntabilitas dan transparan”, pintanya.
Menyoroti pengelolaan SPP, Tresnahadi menilai sudah sesuai dengan prosedur. Hal tersebut dibuktikan dengan pengembalian Simpan Pinjam untuk Perempuan (SPP) per 31 Desember 2011 lalu surplus 397.653.489. “Harapan saya kedepan, PNPM setelah 2014 (pasca out) agar keberadaannya terus diprogramkan, karena sangat banyak mendukung pembangunan ditingkat desa,”tandasnya.
Kaarenanya, ia mengajak kepada para pengurus baik ditingkat kecamatan maupun ditingkat desa untuk bekerja sungguh-sungguh, agar apa yang diharapkan masyarakat melalui kegiatan PNPM selama ini dapat membantu kepentingan dan kebutuhan masyarakat.
Sementara Fasilitator PNPM Kecamatan Kayangan, Ir. Rusli mengatakan, tujuan digelarnya MAD ini adalah untuk mempertanggung jawabkan tentang keuangan UPK kepada masyarakat, sehingga dalam MAD hanya melaporkan tutup buku TA 2011.
Menyoroti dana sosial yang ada di UPK, menurut Rusli, hingga saat ini belum di ekskusi oleh masyarakat dalam bentuk pengajuan proposal, yang dananya hingga tutup buku tahun 2011 sebesar Rp. 31 juta lebih.
Edi Kartono, SE, selaku ketua UPK Kecamatan Kayangan mengungkapkan, dana sosial yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin, bukan diberikan dalam bentuk uang, melainkan dalam bentuk barang.
Proposal dana sosial diajukan ke pengurus Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) ditingkat kecamatan yang keberadaannya dipilih masyarakat dan forum MAD, yang untuk kecamatan Kayangan ketua BKAD nya Zainudin Sukara”, kata Edi.
Menyoroti pengembalian SPP, menurut Edi Kartono realisasi tingkat pengembalian mencapai 92,07 % pada tahun 2011. Ini ada peningkatan 0,8 %.. Adapun alokasi dana surplus SPP tahun 2011 lalu, adalah diperuntukkan sebagai dana sosial masyrakat,kelembagaan,penambahan modal UPK dan untuk bonus UPK.
.jpg)
Ini baru yang namanya Pak Camat peduli....PNPM yes!!!!!!!!! KORUPI no!!!!!!!!!!!!!!!!!
BalasHapus