Kayangan, PNPMKLU - Integrasi pembangunan yang didanai Program Nasional Pemebrdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MPd) dengan program pembangunan yang diprogramkan pemerintah melalui dana APBD, ternyata membawa barakah.
Hal tersebut dikemukakan Kepala Dusun Tangga Desa Selengen Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara, Luji Hartono, ketika ditemui beberapa waktu lalu dikediamannya. Menurut Luji, dengan terintegrasinya antar program pembangunan yang dicanangkan pemerintah dengan PNPM, dapat membawa dampak positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat.
Hal ini terbukti dengan pembangunan pengerasan jalan dari Dusun Sambikk Jengkel ke dusun Tangga yang didanai PNPM, yang kemudian dilanjutkan dengan pengasapalan oleh pemerintah. “Integrasi program seperti ini perlu terus ditingkatkan”, katanya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) PNPM Desa Selengen, Saidi. Menurutnya, terintegrasinya pembangunan yang direncanakan pemerintah dengan PNPM cukup dirasakan mamfaatnya oleh masyarakat.
Saidi memberi contoh, seperti pembangunan infrastruktur jalan, dimana PNPM hanya mamapu mendanai pengerasan jalan, dan ini bila terintegasi, tentu pemerintah KLU tinggal melanjutkan pengaspalannya, dan ini jauh terasa mamfaatnya ketimbang dengan program pembangunan yang tanpa terintegrasi.
“Apa yang dialami oleh warga dusun Sambik Jengkel dan dusun Tangga khususnya mengenai pembangunan infrastruktur jalan, merupakan bukti nyata, dimana pengerasan jalannya dulakukan oleh PNPM, dan dilanjutkan dengan pengaspalan yang diprogramkan pemerintah KLU dari APBD”, kata Saidi.
Menyoroti keluhan warga Dusun Tangga khususnya menyangkut krisis air bersih, pada tahun 2012 ini, TPK PNPM Selengen sudah memprogramkan pembangunan perpipaan air bersih sepanjang 3 km yang diambilkan dari sumber mata air Tiu Purit. Sementara perpipaan yang dibutuhkan sepanjang 8 km.
“Jika pembangunan PNPM ini terintegrasi dengan program pemerintah, tentu hanya tinggal ditambah 5 km lagi, warga dusun Tangga dapat menikmati air bersih secara merata”, jelas Saidi.
Akibat tidak adanya air di Dusun Tangga ini, banyak anak-anak tidak dapat mandi sebelum berangkat ke sekolah. “Memang di SDN 4 Selengen yang terletak di Dusun Tangga itu sudah dibangunkan tempat mandi, namun airnya kosong”, kata Saidi sambil menunjukkan bangunan kamar mandi di SDN tersebut.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar